Kamis, 19 Desember 2013

Pentingnya Teknologi Informasi untuk Kesehatan masyarakat

I. Definisi Teknologi Informasi 
Teknologi informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengelola data termasuk juga memproses , mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas. Teknologi Informasi dan komunikasi Menurut Haag dan Keen , Teknologi informasi dan komunikasi adalah seperangkat alat pembantu untuk mendapatkan informasi dan membantu menyelesaikan tugas yang diproses dengan informasi. Sytem Informasi Sytem informasi adalah menjelaskan mekanisme , langkah yang sistematis dari input, proses, (pengolahan informasi), output dan dueminasi atau penyebarluasan informasi.

II. Pentingnya Sistem Informasi Kesehatan terintegrasi
Sistem Informasi Kesehatan Terintegrasi Sistem Informasi Kesehatan adalah suatu sistem pengelolaan data dan informasi Kesehatan di semua tingkat pemerintahan secara sistematis dan terintegrasi untuk mendukung manejemen Kesehatan dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. · Peranan SIK dalam Kesehatan Menurut WHO sistem informasi kesehatan merupakan satu dari enam building block:
1. Service delivery
2. Medical product
3. Health worksforce
4. Health information system
5. Health system financing
6. Leadership and governance ·
Strategi Pengembangan SIKNAS :
1. Integrasi Sistem Informasi Kesehatan yang ada
2. Penyelenggaraan pengumpulan dan pemanfaatan bersama data dan informasi terintegrasi
3. Fasilitas pengembangan SIK daerag
4. Pengembangan pelayanan data dan informasi untuk masyarakat
5. Pengembangan Teknologi Informasi dab Sumber Daya Manusia.
Sistem Informasi Kesehatan yang terintegrasi diperlukan dalam pembuatan program kesehatan mulai dari analisis situasi penetuan prioritas , pembuatan alternatif solusi pengembangan program , pelaksanaan dan pemantauan hingga proses evaluasi terhadap program kesehatan.
 Landasan hukum yang mendasari pelaksanaan SIK yaitu UU no 29 tahun 2004, UU no 32 tahun 2004, Kemenkes no 574 / Menkes / SK / IV/2000 tentang Kebijakan Pembangunan Kesehatan menuju Indonesia Sehat 2010.
Pengertian terintegrasi tidak bermaksud mematikan atau menyatukan semua sistem informasi yang ada, SIK terintegrasi akan lebih efisien jika digabungkan. Pengintegrasian lebih berupa pengembangan , pembagian tugas, tanggung jawab dan otoritas, mekanisme yang saling berhubung. Dengan integrasi ini diharapkan semua sistem informasi yang ada akan memungkinkan data yang dikumpulkan memiliki kualitas dan validitas yang baik. Sehingga sistem bekerja secara terpadu dan sinergis membentuk SIKNAS (Sistem Kesehatan Nasional).

III. Manfaat Teknologi Informasi ·
Manejemen dan perencanaan program Manejemen dan perencanaan program lebih menitik beratkan kepada manejemen atau sistem dan pengambilan keputusan sehingga dengan adanya sistem Informasi Kesehatan maka perencanaan program bisa tertata dan terencana dengan baik. Contohnya : Sistem Informasi Manejemen Demam Berdarah Dangue. · Deteksi Dini Out Break Hal ini lebih menitikberatkan kepada alat untuk diagnosis penyakit, yaitu penyakit menular dan penyakit tidak menular, sehingga tersedia metode pengobatan dan alat yang mendukung. Selain itu juga dapat mengetahui daerah-daerah mana yang terdeteksi akan terjadi wabah. · Kewaspadaan masalah Kesehatan Follow up dari Deteksi Dini Out Brek diatas, maka dapat diantisipasi wabah penyakit KLB. Dengan peta penyebaran dan perilaku vektor, teservior penyakit. · Surveilens Kesehatan Pengertian Surveilens menurut WHO adalah suatu kegiatan sistematis berkesinambungan, mulai dari kegiatan mengumpulkan , menganalisi dan menginterprestasikan data untuk dijadikan landasan dalam membuat rencana implementasi dan evaluasi suatu kebijakan kesehatan masyarakat.
Penerapan Surveilans Kesehatan Konsep Executive Information System (EIS) yang berbasis Mobile dan Web Tecnology Manfaat dari EIS antara lain :
1. Memudahkan kader dalam mengelola data yang dihasilkan dari kegiatan posyandu, mulai dari input , proses, output dengan memanfaatkan teknologi mobile atau web
2. Menjadi bahan acuan bagi kader kesehatan untuk memahami permasalahan sehingga dapat mengembangkan kegiatan yang tepat dan disesuaikan kebutuhan.

IV. Beberapa contoh aplikasi system informasi · EWORS (Early Warning Outbreak Recognition System) Defenisi : Adalah suatu jaringan informasi yang menggunakan internet yang bertujuan untuk menyampaikan berita adanya kejadian luar biasa pada suatu daerah diseluruh Indonesia ke pusat EWORS secara cepat ( Badang Litbangkes, Depkes RI). Melalui sistem ini peningkatan dan penyebaran kasus yang dapat diketahui dengan cepat sehingga penanggulangan penyakit dapat dilakukan sedini mungkin. · NEWS (Health Early Warning System) Tahapannya adalah :
1. Sosialisasi perlunya program NEWS
2. Pembentukan organisasi NEWS, program dan mekanisme kerja
3. Pelatihan dan Pelaksanaan program kerja NEWS
4. Pelaksanaan program NEWS dan evaluasinya.
SIM DBD : adalah sistem informasi manejemen kesehatan yang dikhususkan dalam menangani epidemiologi penyakit menular demam berdarah dengue.

V. Implementasi TI di Bidang Public Health Aplikasi
1. SIG 
SIG merupakan suatu alat yang dpat digunakan untuk mengelola (input, manajemen, dan output) data spasial atau data yang bereferensi geografis. Di bidang kesehatan, SIG digunakan untuk menggambarkan keadaan kesehatan, analisis epidemiologi, dan manajemnen kesehatan masyarakat.
a. Manajemen dan perencanaan program Melalui SIG, dapat diperoleh data kejadian penyakit. Melalui data itu, dapat dilakukan penyusunan program sesuai dengan kejadian penyakit yang ada.
b. Identifikasi dan Penyelesaian Masalah Kesehatan. Dalam SIG, terdapat berbagai aplikasi yang digunakan untuk identifikasi dan penyelesaian masalah yaitu:
1. Identifikasi risiko pekerjaan, lingkungan kelompok risiko tinggi dan daerah kritis
2. Analisis situasi kesehatan di suatu daerah geografis tertentu.
Dengan menggunakan aplikasi ini, permasalahn kesehatan dapat diidentifikasikan dan penyelesaian masalahnya dapat dilakukan dengan tepat.
c. Pemanfaatan TI dalam Surveilans Epidemiologi. Aplikasi dalam SIG yang digunakan untuk surveilans epidemiologi yaitu:
1. Surveilans dan monitoring kesehatan masyarakat
2. Membuat gambaran spasial dari peristiwa kesehatan
3. Alokasi sumber daya kesehatan
4. Evaluai suatu intervensi kesehatan SIG dapat memetakan suatu kejadian masalah kesehatan berdasarkan wilayah terjadinya. Hal ini sangat bermanfaat bagi surveilens epidemiologi.
2. Sikda Generik
Aplikasi sistem informasi kesehatan daerah yang berlaku secara nasional yang menghubungkan secara online dan terintegrasi seluruh puskesmas, rumah sakit, dan sarana kesehatan lainnya, baik milik pemerintah maupun swasta, dinas kesehatan kabupaten/kota, dinas kesehatan provinsi, dan Kementerian Kesehatan. Aplikasi ini dikembangkan dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan serta meningkatkan ketersediaan dan kualitas data dan informasi manajemen kesehatan melalui pemanfaatan teknologi informasi komunikasi.
a. Manajemen dan perencanaan program Dalam aplikasi Sikda generik, terdapat Bank Data Kesehatan. Bank Data Kesehatan ini sebagai sarana penyimpanan data individu yang membolehkan ”data query” untuk pengolahan database yang dapat menyedikan berbagai informasi yang diperlukan dalam format yang sesuai kapan saja tanpa permintaan variable data baru kepada Puskesmas dan rumah sakit. Dalam Sikda ini, sarana pencatatan dan pengiriman data individu kunjungan ke Puskesmas dan rumah sakit berlangsung dalam satu sistem. Pemanfaatan aplikasi Sikda generik dapat juga berupa pengkomputerisasian proses kerja di fasilitas kesehatan agar lebih efektif, efisien, dan transparan sehingga biaya bisa diturunkan.
b.    Identifikasi dan Penyelesaian Masalah Kesehatan. Dari data yang diperoleh melalui Bank Data Kesehatan, dapat diketahui permasalahan kesehatan apa saja yang terjadi dengan cepat sehingga dapat segera dilakukan perencanaan program yang sesuai dan solusi yang tepat untuk menanganinya.


Semoga bermanfaat :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar