I. Definisi Teknologi
Informasi
Teknologi
informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengelola data termasuk
juga memproses , mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam
berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas. Teknologi
Informasi dan komunikasi Menurut Haag dan Keen , Teknologi informasi dan
komunikasi adalah seperangkat alat pembantu untuk mendapatkan informasi dan
membantu menyelesaikan tugas yang diproses dengan informasi. Sytem Informasi
Sytem informasi adalah menjelaskan mekanisme , langkah yang sistematis dari
input, proses, (pengolahan informasi), output dan dueminasi atau penyebarluasan
informasi.
II. Pentingnya Sistem
Informasi Kesehatan terintegrasi
Sistem
Informasi Kesehatan Terintegrasi Sistem Informasi Kesehatan adalah suatu sistem
pengelolaan data dan informasi Kesehatan di semua tingkat pemerintahan secara
sistematis dan terintegrasi untuk mendukung manejemen Kesehatan dalam rangka
peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. · Peranan SIK dalam
Kesehatan Menurut WHO sistem informasi kesehatan merupakan satu dari enam
building block:
1.
Service delivery
2.
Medical product
3.
Health worksforce
4.
Health information system
5.
Health system financing
6.
Leadership and governance ·
Strategi Pengembangan
SIKNAS :
1.
Integrasi Sistem Informasi Kesehatan yang ada
2.
Penyelenggaraan pengumpulan dan pemanfaatan bersama data dan informasi
terintegrasi
3.
Fasilitas pengembangan SIK daerag
4.
Pengembangan pelayanan data dan informasi untuk masyarakat
5.
Pengembangan Teknologi Informasi dab Sumber Daya Manusia.
Sistem
Informasi Kesehatan yang terintegrasi diperlukan dalam pembuatan program
kesehatan mulai dari analisis situasi penetuan prioritas , pembuatan alternatif
solusi pengembangan program , pelaksanaan dan pemantauan hingga proses evaluasi
terhadap program kesehatan.
Landasan hukum yang mendasari pelaksanaan SIK
yaitu UU no 29 tahun 2004, UU no 32 tahun 2004, Kemenkes no 574 / Menkes / SK /
IV/2000 tentang Kebijakan Pembangunan Kesehatan menuju Indonesia Sehat 2010.
Pengertian
terintegrasi tidak bermaksud mematikan atau menyatukan semua sistem informasi
yang ada, SIK terintegrasi akan lebih efisien jika digabungkan. Pengintegrasian
lebih berupa pengembangan , pembagian tugas, tanggung jawab dan otoritas,
mekanisme yang saling berhubung. Dengan integrasi ini diharapkan semua sistem
informasi yang ada akan memungkinkan data yang dikumpulkan memiliki kualitas
dan validitas yang baik. Sehingga sistem bekerja secara terpadu dan sinergis
membentuk SIKNAS (Sistem Kesehatan Nasional).
III. Manfaat Teknologi
Informasi ·
Manejemen
dan perencanaan program Manejemen dan perencanaan program lebih menitik
beratkan kepada manejemen atau sistem dan pengambilan keputusan sehingga dengan
adanya sistem Informasi Kesehatan maka perencanaan program bisa tertata dan
terencana dengan baik. Contohnya : Sistem Informasi Manejemen Demam Berdarah
Dangue. · Deteksi Dini Out Break Hal ini lebih menitikberatkan kepada alat
untuk diagnosis penyakit, yaitu penyakit menular dan penyakit tidak menular,
sehingga tersedia metode pengobatan dan alat yang mendukung. Selain itu juga
dapat mengetahui daerah-daerah mana yang terdeteksi akan terjadi wabah. ·
Kewaspadaan masalah Kesehatan Follow up dari Deteksi Dini Out Brek diatas, maka
dapat diantisipasi wabah penyakit KLB. Dengan peta penyebaran dan perilaku
vektor, teservior penyakit. · Surveilens Kesehatan Pengertian Surveilens
menurut WHO adalah suatu kegiatan sistematis berkesinambungan, mulai dari
kegiatan mengumpulkan , menganalisi dan menginterprestasikan data untuk dijadikan
landasan dalam membuat rencana implementasi dan evaluasi suatu kebijakan
kesehatan masyarakat.
Penerapan
Surveilans Kesehatan Konsep Executive Information System (EIS) yang berbasis
Mobile dan Web Tecnology Manfaat dari EIS antara lain :
1. Memudahkan kader dalam
mengelola data yang dihasilkan dari kegiatan posyandu, mulai dari input ,
proses, output dengan memanfaatkan teknologi mobile atau web
2.
Menjadi bahan acuan bagi kader kesehatan untuk memahami permasalahan sehingga
dapat mengembangkan kegiatan yang tepat dan disesuaikan kebutuhan.
IV.
Beberapa contoh aplikasi system informasi · EWORS (Early Warning Outbreak
Recognition System) Defenisi : Adalah suatu jaringan informasi yang menggunakan
internet yang bertujuan untuk menyampaikan berita adanya kejadian luar biasa
pada suatu daerah diseluruh Indonesia ke pusat EWORS secara cepat ( Badang
Litbangkes, Depkes RI). Melalui sistem ini peningkatan dan penyebaran kasus
yang dapat diketahui dengan cepat sehingga penanggulangan penyakit dapat
dilakukan sedini mungkin. · NEWS (Health Early Warning System) Tahapannya
adalah :
1.
Sosialisasi perlunya program NEWS
2.
Pembentukan organisasi NEWS, program dan mekanisme kerja
3.
Pelatihan dan Pelaksanaan program kerja NEWS
4.
Pelaksanaan program NEWS dan evaluasinya.
SIM
DBD : adalah sistem informasi manejemen kesehatan yang dikhususkan dalam
menangani epidemiologi penyakit menular demam berdarah dengue.
V. Implementasi TI di
Bidang Public Health Aplikasi
1.
SIG
SIG
merupakan suatu alat yang dpat digunakan untuk mengelola (input, manajemen, dan
output) data spasial atau data yang bereferensi geografis. Di bidang kesehatan,
SIG digunakan untuk menggambarkan keadaan kesehatan, analisis epidemiologi, dan
manajemnen kesehatan masyarakat.
a. Manajemen dan
perencanaan program Melalui SIG, dapat diperoleh data kejadian penyakit.
Melalui data itu, dapat dilakukan penyusunan program sesuai dengan kejadian
penyakit yang ada.
b. Identifikasi dan
Penyelesaian Masalah Kesehatan. Dalam SIG, terdapat berbagai aplikasi yang
digunakan untuk identifikasi dan penyelesaian masalah yaitu:
1. Identifikasi risiko
pekerjaan, lingkungan kelompok risiko tinggi dan daerah kritis
2.
Analisis situasi kesehatan di suatu daerah geografis tertentu.
Dengan
menggunakan aplikasi ini, permasalahn kesehatan dapat diidentifikasikan dan
penyelesaian masalahnya dapat dilakukan dengan tepat.
c. Pemanfaatan TI dalam
Surveilans Epidemiologi. Aplikasi dalam SIG yang digunakan untuk surveilans
epidemiologi yaitu:
1. Surveilans dan
monitoring kesehatan masyarakat
2. Membuat gambaran
spasial dari peristiwa kesehatan
3. Alokasi sumber daya
kesehatan
4. Evaluai suatu
intervensi kesehatan SIG dapat memetakan suatu kejadian masalah kesehatan
berdasarkan wilayah terjadinya. Hal ini sangat bermanfaat bagi surveilens
epidemiologi.
2. Sikda Generik
Aplikasi sistem informasi
kesehatan daerah yang berlaku secara nasional yang menghubungkan secara online
dan terintegrasi seluruh puskesmas, rumah sakit, dan sarana kesehatan lainnya,
baik milik pemerintah maupun swasta, dinas kesehatan kabupaten/kota, dinas
kesehatan provinsi, dan Kementerian Kesehatan. Aplikasi ini dikembangkan dalam
rangka meningkatkan pelayanan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan serta
meningkatkan ketersediaan dan kualitas data dan informasi manajemen kesehatan
melalui pemanfaatan teknologi informasi komunikasi.
a. Manajemen dan
perencanaan program Dalam aplikasi Sikda generik, terdapat Bank Data Kesehatan.
Bank Data Kesehatan ini sebagai sarana penyimpanan data individu yang
membolehkan ”data query” untuk pengolahan database yang dapat menyedikan
berbagai informasi yang diperlukan dalam format yang sesuai kapan saja tanpa
permintaan variable data baru kepada Puskesmas dan rumah sakit. Dalam Sikda ini,
sarana pencatatan dan pengiriman data individu kunjungan ke Puskesmas dan rumah
sakit berlangsung dalam satu sistem. Pemanfaatan aplikasi Sikda generik dapat
juga berupa pengkomputerisasian proses kerja di fasilitas kesehatan agar lebih
efektif, efisien, dan transparan sehingga biaya bisa diturunkan.
b. Identifikasi dan Penyelesaian Masalah
Kesehatan. Dari data yang diperoleh melalui Bank Data Kesehatan, dapat
diketahui permasalahan kesehatan apa saja yang terjadi dengan cepat sehingga
dapat segera dilakukan perencanaan program yang sesuai dan solusi yang tepat
untuk menanganinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar